12 Jenis Cyber Hack Crime yang Harus Kamu Ketahui

12 jenis kejahatan peretasan dunia maya yang harus Anda ketahui

cyber-hack-crime

1. Pencurian data

Jenis kejahatan dunia maya pertama, yang menduduki peringkat paling umum di seluruh dunia, adalah pencurian data. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa pencurian data ini adalah sesuatu yang sepele dan sederhana.

Padahal, pencurian data ini bukanlah hal yang sepele. Masalahnya biasanya pencurian data menyebabkan kerugian finansial dan lainnya.

Tidak heran jika kemudian pencurian data ini termasuk dalam kategori kejahatan dunia maya yang cukup umum terjadi di berbagai belahan dunia.
2. Terorisme Cyber

Cybercrime ini tentunya sudah bisa ditebak dari namanya saja. Seperti namanya, jenis serangan ini adalah jenis serangan internet dalam bentuk terorisme.

Sebagaimana diketahui, aksi terorisme merupakan aksi yang tergolong sangat berbahaya. Karena dapat mengakibatkan hilangnya nyawa dan kekacauan. Hal inilah yang kemudian mendorong banyak negara untuk benar-benar memerangi cyber terrorism ini.

Hal ini terlihat secara langsung pada sejumlah negara yang telah mengambil langkah-langkah besar untuk mencegah terorisme siber masuk atau menyebar lebih jauh ke negaranya.
3. Peretasan
peretasan peretasan dunia maya peretasan peretasan kejahatan cyber

Karena kejahatan dunia maya yang satu ini tentunya sudah diketahui banyak orang. Hal ini dikarenakan sudah banyak kasus hacking di berbagai tempat.

Sederhananya, peretasan ini adalah tindakan peretasan atau penyadapan yang digunakan untuk kepentingan salah satu pihak. Sesuatu yang tentunya akan sangat merugikan jika itu terjadi pada Anda.
4. Carding

Dengan kemajuan hari ini, banyak yang telah berubah. Antara lain, metode pembayaran telah berubah, yang tidak lagi didasarkan pada metode konvensional.

Termasuk penggunaan kartu kredit yang banyak digunakan. Sayangnya, penggunaan kartu kredit ini tidak lepas dari berbagai risiko berbahaya.

Termasuk cybercrime yang sering disebut dengan carding seperti ini. Bagi Anda yang belum tahu, carding ini merupakan skema penipuan yang menggunakan kartu kredit.

Sehingga nantinya ada pihak yang menggunakan kartu kredit orang lain untuk kepentingannya sendiri. Tentu hal ini akan sangat merugikan karena uang tersebut harus dimiliki oleh pihak lain.

Untuk carding ini sendiri bisa dibilang masih banyak terjadi di luar negeri dan agak jarang di Indonesia.

Baca Juga Cara Hack Akun Kartu Kredit Carding Terbaru
5. Deface

Jenis cybercrime yang masih relatif asing adalah jenis defacement seperti ini. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat bahaya cybercrime sendiri tidak terlalu berbahaya.

Masalahnya, cybercrime itu sendiri biasanya hanya menyerang website yang tergolong non profit. Namun, Anda harus mewaspadai jenis kejahatan dunia maya ini.
6. Pekerjaan Cyber
Peretasan dunia maya Cybersquatting Peretasan dunia maya

Dengan jenis yang satu ini, tidak dapat disangkal bahwa merupakan bentuk kejahatan dunia maya yang tentunya masih cukup asing bagi banyak orang. Hal ini tentunya tidak dapat dipisahkan karena kasus cybercrime jenis ini belum banyak terjadi.

Meskipun demikian, dampak negatif dari kejahatan dunia maya itu sendiri tidak boleh dianggap remeh. Masalahnya adalah kejahatan dunia maya ini mencuri domain situs web orang lain.

Hal ini tentu tergolong sangat berbahaya sekaligus merugikan jika mengenai Anda.
7. Cyber ​​Typosquatting

Berikutnya adalah jenis cyber typo dimana bisa dikatakan format serangannya juga tidak jauh berbeda dengan jenis cybercrime sebelumnya.

Masalahnya, kejahatan dunia maya ini juga akan menyerang dan merebut domain situs terkenal.

Biasanya, para pelaku melakukan ini sendiri untuk memberikan citra buruk kepada pemilik situs web dan menjatuhkan branding mereka. Sesuatu yang tentunya akan sangat merugikan jika itu terjadi.
8. Distribusi Konten Ilegal

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa penyebaran konten ilegal tergolong sebagai bentuk dan jenis kejahatan dunia maya. Penyebaran konten ilegal ini sendiri dapat berupa penyebaran video porno atau informasi palsu.

Hal ini tentu saja dilakukan untuk kepentingan beberapa pihak demi keuntungan mereka sendiri.

Sumber :